Sangat Memilukan, Potret Kehidupan Sosial Kota Balikpapan Dimalam Hari

KALTIM.BALIKPAPAN - Setumpuk penderitaan mau tak mau harus dijalani oleh lelaki paruh baya ini.

Namanya Arsad Ia begitu banyak warga Balikpapan yang hidup serba kekurangan dan penderitaan hidup salah satunya bapak Arsad, dari hasil pantauan Jurnalis indonesiasatu Jumat (16/10) megikuti kemana arah yang dituju lelaki paruh baya tersebut ditengah malam dengan berjualan alat pecah belah menggunakan sepeda.

Bapak tersebut dari pantauan Jurnalis indonesiasatu.id sekitar pukul 01.00 wita berjualan alat pecah bela berbahan pelastik dengan cara mendorong sepedanya tanpa alas kaki yang digunakan dia mendorong sepedanya mulai dari jalan Marsma R. Iswahyudi gunung bakaran sampai Jalan. Jend Sudirman.

Saat dikonfirmasi dimana tempat tinggal dan kemana akan pergi Arsad sedikit bingung kemana tujuanya dan pergi "saya tidak tau harus kemana, yang jelasnya saya hanya mengikuti langkah saya dimana berhenti disitu saya istirahat, dan jujur ​​dari pagi berjualan hingga tengah malam belum ada satupun yang terjual, sayapun belum makan dari pagi tadi "Jelasnya dengan nada sedih

Sangat Miris jika kita melihat kehidupan Sosial didepan mata kita seharusnya pria paru baya tersebut harus menikmati sisa umur di hari orang orang tuanya hanya demi sesuap nasi rela berjualan menyusuri jalanan Kota dan kerlap kerlipnya lampu jalan hingga tengah malam

Kurangnya perhatian Pemerintah Kota Balikpapan terhadap kehidupan warganya menjadi kritikan bagi Pemkot agar lebih meperhatikan aspek Sosial yang terjadi ditegah - tengah masyarakat. Dalam UU 11 tahun 2009 telah diatur tentang Kesejahteraan Sosial adalah kondisi terpenuhinya kebutuhan materi, spiritual, dan sosial negara agar dapat hidup layak dan mampu mengembangkan diri, sehingga dapat melaksanakan fungsi sosialnya. Pasal 34 ayat (1) Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 mengamanatkan kewajiban negara untuk meningkatkan fakir miskin dan anak terlantar.

Bagi fakir miskin dan anak terlantar seperti yang dimaksud dalam Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Pemerintah dan Pemerintah Daerah memberikan rehabilitasi sosial, jaminan sosial, pemberdayaan sosial, dan perlindungan sosial sebagai pelaksanaan kewajiban negara dalam menjamin terpenuhinya hak atas kebutuhan perwujudan warga Negara yang miskin dan tidak mampu.

Sekedar kritikan buat Pemkot Balikpapan agar lebih meperhatikan Kehidupan warganya agar dalam kehidupan tidak terhadi penyakit-penyakit Sosial ditengah Masyarakat belum lagi banyaknya warga Kota Balikpapan yang tingkat kehidupannya masih dibawah rata-rata. (Fahmi.BN)