Tolak UU Omnibuz Law, Mahasiswa Menyemut di Depan Kantor DPRD Balikpapan

Tolak UU Omnibuz Law, Mahasiswa Menyemut di Depan Kantor DPRD Balikpapan
Wakapolresta Kota Balikpapan, AKBP Sebpril Sesa

KALTIM.BALIKPAPAN - Mahasiswa dan Buruh yang tergabung dalam Gerakan Balikpapan Bergerak (GBB) mulai berdatangan dan berkumpul di depan Gedung DPRD Kota Balikpapan Jalan. Jenderal Sudirman No.86, Klandasan Ulu Kota Balikpapan, Kalimantan Timur UNRAS terkait Omnibus Law UU Cipta Kerja Kamis (15/10)

Aksi UNRAS penolakan UU Cipta Kerja berjalan lancar aksi kali ini melibatkan berbagai elemen mahasiswa serta Organisasi Seperti PMII, HMI, GMKI, LMND dan Unit Kegiatan Mahasiswa dari berbagai Kampus di Kota Balikpapan.Selain Melakukan Aksinya dengan menggelar Aksi Teatrikal yang menggambarkan anggota DPR yang tidak Pro Rakyat yang menyetujui UU Omnibus Law  disahkan.

Selain melakukan aksi treatrikal menolak UU Omnibus Law Mahasiswa juga menggelar aksinya dengan cara melakukan Sidang Parlemen jalanan yang digelar di sepanjang jalan. Jend. Sudirman depan Kantor DPRD Kota balikpapan 

Artinya masyarakat Kota Balikpapan sangat menyadari pentingnya meyampaikan aspirasi dengan cara yang santun, tertib, Aman dan damai seperti yang dilakukan Mahasiswa dalam aksi UNRAS menolak UU Omnibus Law Cipta Kerja

Wakapolresta Kota Balikpapan, AKBP Sebpril Sesa, menjelaskan Kamis (15/10) aksi Kali ini, Dalam aksi kali ini Polresta Balikpapan melibatkan pengamanan diantaranya Kodim, Brimob, Sabhara, Satpol PP, Dishub, Damkar, BPBD dan Dinas Kesehatan Kota Balikpapan dengan total 500 personil melakukan pengamanan jalannya aksi UNRAS di depan Kantor DPRD Kota Balikpapan

AKBP Sebril Sesa menambahkan, setelah aksi akan ada semacam kegiatan yang memberikan rasa empati kepada masyarakat Kota Balikpapan sehingga bisa mendapatkan apresiasi dari warga Balikpapan

"mari kita menjaga motto Kota Balikpapan yakni Kubangun, Kujaga dan Kubela. perlu kita ketahui bersama Kota yang nyaman untuk dihuni, ditinggali jangan sampai apa yang menjadi motto Kota Balikpapan di ciderai," Jelasnya

Iapun menambahkan, jangan sampai aksi unjuk rasa ini menjadi cluster baru penyebaran covid-19 di Kota Balikpapan diharapkan tetap menjaga jarak, memakai masker dan mencuci tangan agar bersama- sama kita memutus mata rantai penyebaran Covid-19 di Kota Balikapapan ini. tutup Pria Dua Melati AKBP Sebpril Sesa Wakapolresta Kota Balikpapan (Fahmi. BN)